Mencari Terang

02:06
  Berdiri di tengah kerumunan orang, tegap tanpa melihat sekitar. Berbicara dengan berbagai macam apatis yang berujung sia-sia. Berjalan menuju arah kemana orang - orang bergemuruh. Entah, mengapa persimpangan yang selalu jumpa. Kegemuruhan ternyata hanya 'bohong'. Para apatis selalu berjalan tanpa arah yang jelas, selalu berbeda dari nyata. Selalu menunjukan ekspetasi yang tak kunjung henti.

  Bayangan yang terbentuk oleh cahaya selalu menjadi cermin. Menjadi sorotan bagi mereka yang mengikuti. Menjadi penunjuk arah bagi mereka yang tersesat. Cahaya tak pernah berhenti bersinar walau selalu disampingkan. Cahaya tetap bersinar walau bayangan menjadi tempat sejuk untuk menepi. Cahaya tetap bersinar walau ditutupi berbagai gelap bayang awan. Meskipun hanya dalam beberapa filosofi aneh yang muncul bahwa Cahaya hanya menimbulkan panas.

  Disaat malam datang, mereka selalu mencari Cahaya. Takut akan gelap, takut akan sunyi. Mengapa selalu terang Cahaya yang mereka cari? Ribuan lilin menyinari gelap dan menimbulkan bayang. Bayang yang lebih besar dari biasa nya. Sehingga mereka enggan untuk menatapnya. Dalam diri mereka mengatakan "...dimana kau terang?! dimana kau menyembunyikan tentram?"

Kota mati para apati, apa terang disana?
Terang muncul tanpa ditunggu, terang datang tanpa ada nya batas waktu. Cahaya yang memberi terang ada pada tiap saat. Mereka yang selalu buta akan terang, akan selalu bergantung pada bayang. Mereka yang hidup untuk melarang terang datang.

Di berbagai sudut jalan maupun persimpangan. Cahaya menyinari jalan lurus terpilih. Tak ada pertimbangan dalam mencari terang. Itu terang, lalu pergilah!

"Berjalanlah menuju arah terang, maka bayang akan selalu berada di belakang" 

No comments:

Powered by Blogger.